- BAPPEDA Kabupaten Bengkulu Tengah
- contohemail@gmail.com
Bengkulu Tengah - Selasa (03/02/2026), Kecamatan Pematang Tiga menjadi lokasi penutupan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaring aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan daerah.
Musrenbangcam Kecamatan Pematang Tiga dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala BAPPEDA beserta seluruh kepala bidang, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Direktur PDAM Bengkulu Tengah dan seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Pematang Tiga.

Musrenbangcam Tahun 2026 mengusung tema “Digitalisasi Pelayanan Publik dan Optimalisasi Kualitas Sektor Strategis Daerah.” Tema ini menjadi arah utama dalam perumusan usulan pembangunan yang disampaikan oleh pemerintah desa dan masyarakat di setiap kecamatan. Seluruh usulan yang dihimpun akan menjadi bahan perencanaan pembangunan Kabupaten Bengkulu Tengah untuk Tahun Anggaran 2027.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh usulan prioritas akan dikompilasi dan dibahas lebih lanjut untuk dirumuskan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Oleh karena itu, dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan merata.
Dalam Musrenbangcam tersebut, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bengkulu Tengah, Agung Budiyanto, S.E., M.E., menyampaikan misi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang meliputi peningkatan konektivitas dan infrastruktur, penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan teknologi, pembangunan sumber daya manusia (SDM), peningkatan perekonomian daerah, serta tata kelola ruang dan lingkungan. Misi tersebut selaras dengan tema Musrenbangcam Tahun 2026.

Namun demikian, digitalisasi pelayanan publik masih menghadapi tantangan, terutama terkait masih adanya wilayah blank spot dan keterbatasan akses internet di beberapa kecamatan, sebagaimana disampaikan oleh para camat dalam forum tersebut.
Melalui Musrenbangcam ini, pemerintah daerah memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, antara lain peningkatan infrastruktur jalan, pengembangan sektor pertanian, serta penerapan sistem digital desa guna meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan publik.